Archive for the ‘Pergeseran paradigma Mata Uang Dollar(US)’ Category

Pergeseran paradigma Mata Uang Dollar(US)

Sejak awal krisis keuangan, dolar diperlakukan sebagai kurs aman(safe haven). Hal ini karena, ketika ada desakan tingkat pengambilan resiko, dollar akan naik dengan seimbang. Ketika pengambilan resiko memberikan cara untuk resiko kecil, nilai mata uang dollar pun turun. Sesederhana itu.

Akhir-akhir ini, konsep ini telah telah menyatakan dirinya sendiri dalam wujud pertukaran mata uang EUR/USD, dengan adanya mata uang Euro yang memberikan resiko, dollar malah memberikan keamanan. Bahkan, strategi melakukan perdagangan telah terbentang sepanjang garis ini dan membuatnya menjadi fenomena, pedagang akan menjual dollarnya secara otomatis ketika muncul berita baik dan menjual mata uang euro ketika muncul berita buruk.

Di minggu-minggu terakhir ini, pendekatan ini mulai berubah. Dimulai dengan pasar stok US, yang mulai menurun, bahkan ketika mata uang dollar masih meningkat. Para investor mulai merasa khawatir mengenai pasar perumahan, kejenuhan efek stimulus pemerintah, dan yang lebih buruk dari semuanya, kemungkinan double dip resesi. Data yang paling baru “menunjukkan bahwa produk kotor domestic US perempatan pertama bergerak lebih lambat dari yang diharapkan, perumahan juga jauh dari seperti yg diharapkan ini membuat simpanan US berkurang dan membuat investor menaksir kembali posisi nilai dollar mereka.”

Hal ini bukan kemungkinan resesi berkepanjangan itu sendiri yang perlu diperhatikan (walaupun ini tentu saja memprihatinkan), tetapi karena lebih sedikitnya dari pelaku pasar mata uang yang memperhatikan hal ini. Terbukti berita krisis utang EU terus mendominasi berita utama dan mempengaruhi psikologi para investor. Menghalangi perkembangan tak terduga manapun. Tetapi, krisis ini mungkin tidak akan berkembang lebih jauh dalam waktu dekat, dan sangat masuk akal bahwa para investor harus mulai kembali untuk memperhatikan data.

Sebagai hasilnya, perdagangan mata uang euro popular yang berhubungan dengan resiko, ternyata telah tergelincir saat para pemain pasar yg sekali lagi mulai semakin fokus pada perbandingan fundamental. Bahkan, dollar telah jatuh sebanyak 5% selama bulan lalu, keduanya melawan euro dan perdagangan. Dalam jangka panjang, para analis masih diliputi keraguan dan ketidakpastian yang terus berlanjut pada zona Euro. Untuk Informasi: pasar keuangan US adalah yang terbesar di dunia, paling likuid, dan paling stabil, dan pada saat krisis orang mungkin akan berlanjut menarik modal US untuk menghindari resiko.

Di sisi lain adalah mereka yang berargumen bahwa US tidak akan digunakan sebagai mata uang safe haven lagi, dan menjadi mata uang pertumbuhan. Menurut pemikiran ini, ekonomi US akan tetap lebih baik dari EU, Jepang, dan Inggris (para saingannya di kurs mata uang Top Tier). “Zona Euro telah dipertegas oleh krisis atas utang dari anggota yang lebih lemah. Jepang hanya akan muncul perlahan-lahan dari deflasi dan UK harus berurusan dengan defisit anggaran yang tinggi selama beberapa tahun kedepan,”

Sebagai hasilnya, Dollar akan kembali ke pola yang terlihat di awal tahun 1980an dan akhir 1990an, dimana Dollar akan cenderung menjadi kuat daripada menjadi lemah, saat para investor mengambil resiko. Dalam paradigma ini, mata uang Yen dan Franc mungkin akan menjadi lebih menunjukkan fungsinya sebagai mata uang safe haven.

Akhirnya, pergeseran paradigma seperti itu tidak akan terlalu penting bagi mata uang Dollar. Jika AS memang mampu menempatkan resesi di belakangnya, maka strategi yang berfokus pada pertumbuhan fundamental akan mengirim Dolar semakin tinggi. Jika Double-Dip terwujud, bagaimanapun, kerbau(bull) Dolar mungkin akan menemukan diri mereka berharap bahwa Dollar bisa mempertahankan status safe haven nya.

Categories