Posts Tagged ‘stop loss’

Margin Call

Dua kata inilah yang di takuti hampir oleh seluruh trader. Kenyataanya fakta ini terjadi kepada banyak sekali trader lebih dari yang anda bayangkan, bahkan saat mereka baru saja memulai trading. Tidak ada perasaan yang lebih buruk daripada menyadari kalau posisi anda baru saja ditutup dan akun anda hilang tak berbekas. Sebenarnya, bagian terburuk dari margin call bukan terletak pada hilangnya duit anda, tapi pada kenyataan bahwa trading anda tidak cukup baik sehingga harapan-harapan dan mimpi anda tidak dapat tercapai.

Kami akan memberikan tiga tips sederhana di bawah ini, semoga anda tidak akan pernah lagi merasakan penderitaan “margin call”.
1. Jangan pernah trade lebih dari leverage 5:1. Untuk tiap $1000 dalam akun trading anda, gunakan hanya $5000 dalam ukuran kontrak lot ( Kalikan akun anda dengan angka 5 untuk mendapatkan ukuran kontrak lot)
2. Jangan pernah meresikokan lebih dari 50 pips dalam sekali trade. Hal ini akan menjaga resiko anda tetap di level 2.5% dari total modal anda, bahkan kurang. Bila anda merasa perlu untuk memperbesar stop loss, kurangilah leverage anda.
3. Selalu targetkan profit anda sebesar 2 kali dari stop loss anda. Bila stop loss anda adalah 30 pips, targetkan profit anda sebesar 60 point, dan begitu seterusnya. Hal ini berarti, anda bisa saja mengalami loss sebesar 67% dari seluruh trading yang anda lakukan, namun anda tidak kehilangan modal di dalam akun anda.

Bila anda secara SERIUS mengaplikasikan tiga aturan sederhana diatas, harusnya anda tidak akan merasa ketakutan akan “Margin Call”. Pastikan anda TIDAK melanggar aturan tersebut. Aturan ini juga dapat membantu mental dan psikis anda dalam kondisi yang baik, sehingga segala aktifitas trading anda dapat berjalan dengan rasional dalam mencapai “Trading For Living”

Incoming search terms:

  • cara ganti bahasa di marketiva
  • pengaturan leverage pada marketiva
  • perbandingan stop loss dan exit target
  • simulasi biaya deposit marketiva $5000
  • streamster for android

Strategi Management Resiko di Marketiva.com: Stop Loss dan Exit Target

Pertanyaan umum: Apakah kalau saya trading harus selalu mengamati monitor dan selalu terhubung ke internet? Maksudnya mungkin agar bisa menutup posisi apabila keuntungan telah didapatkan. Hehehe, ini pertanyaan trader pemula banget sih, tapi akan tetap kita bahas ya… Jawabannya adalah kita tidak perlu tongkrongin seharian itu komputer, kan capek badan ;) Anda bisa tinggalin posisi dan nanti bisa terlikuidasi otomatis apabila anda telah menetapkan nilai exit target dan stop loss nya. Jadi waktu yang anda gunakan untuk trading kira kira seperti ini: 15 menit analisa, 10 menit untuk order masuk posisi dan setting exit ordernya. Sisa waktu bisa anda gunakan untuk kegiatan sehari hari seperti biasa. Jadi tidak perlu campur tangan anda lagi, kalau keuntungan sudah mencapai exit target maka akan ditutup, atau kerugian sudah tidak dapat di tolerir dan harga exit target telah tersentuh maka posisi juga akan ditutup otomatis.

Exit target: adalah tingkat harga dimana anda ingin menutup suatu posisi ketika sejumlah profit tertentu telah anda dapatkan. Anda dapat mengatur exit target ketika anda membuka posisi atau kapan saja selagi posisi tersebut masih open. Exit target juga dikenal dengan istilah Take Profit atau sering disingkat dengan TP.

Order Stop-loss: menjamin suatu posisi dilikuidasi secara otomatis pada harga yang telah diperkirakan untuk membatasi potensi kerugian yang mungkin terjadi jika market bergerak melawan posisi anda. Stop Loss biasa disingkat SL.

Contoh exit target dan exit stop-loss:
Anda memiliki posisi long yang dibuka pada harga 1.2000, maka exit target anda harus lebih tinggi, sebagai contoh 1.2020, dan exit stop-loss di tingkat yang lebih rendah, misalnya 1.1980. Apabila anda membuka posisi short di 1.2000, nilai exit target harus lebih rendah, misalnya 1.1980, dan exit stop-lossnya lebih tinggi misalnya 1.2020. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • selalu profit di marketiva
  • istilah take profit
  • agar forex marketiva selalu profit
  • strategi exit stop loss exit target marketiva
  • stop loss dan exit target
  • penggunaan stop loss dan exit target
  • pengertian trading dengan volume spread analisis
  • pengertian target stop
  • pengertian penargetan tingkat harga
  • pengertian istilah exit target dalam marketiva

Kunci Sukses Marketiva: Manajemen Resiko

Ada 5 macam manajemen resiko trading yang bisa digunakan, bisa kita menggunakan salah satu atau semuanya tergantung dari keinginan dan kemampuan akan resiko yang akan ditanggung oleh trader.

Forex Trading Dengan Modal Kecil, 1 $ Sudah Bisa Trading Dapatkan 5 $ Saat Registrasi

1. Stop Loss / Stop Order Loss
Teknik ini merupakan teknik yang paling mudah dimana resiko yang kita ambil hanya sebatas berapa poin yang telah kita tentukan (misalnya 30 atau 50 poin dari harga yang kita ambil). Untuk menggunakan teknik stop loss kita memberikan stop order dibawah harga bila kita beli (buy order) atau diatas harga bila kita jual (sell order).

Contoh: Jika kita Buy USD/Yen 117.00 kita taruh stop loss / stop order sell di 116.50
Jadi bila harga turun ke 116.50 kita hanya rugi 50 poin.

2. Limit Order
Teknik ini merupakan teknik memesan order posisi di harga yang kita tentukan sendiri.Harga yang kita tentukan untuk masuk posisi buy atau sell, sehingga jika harga tersebut tidak tercapai maka kita tidak akan mengalami kerugian dan beban biaya. Limit order berlaku sampai dengan waktu penutupan New York Market (Good Till New York), penutupan market jumat (Good Till Friday), atau sampai limit tersebut dibatalkan (Good Till Cancel).

Contoh : Kita memasang limit order buy USD/Yen di 116.00 Kemudian harga hanya turun ke 116.50 lalu kembali naik ke 117.00, sehingga limit order tesebut tidak kena yang kemudian order tersebut dapat kita batalkan. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • atu point berapa profitnya di marketiva
  • tips trading point indonesia
Categories